Tukar Istri Dengan Saudara

Kumpulan cerita tukar istri

Cerita cinta ini mungkin terasa aneh, tapi mereka menghargai pernikahan. Mungkin ini adalah cerita cinta sedih, bukan cerita cinta romantis, tapi ini adalah pengorbanan, sebuah jiwa besar di balik cerita perselingkuhan.

Cerita Tukar Istri Sah

Cerita ini saya dengar dari seorang nenek tukang pijat. Waktu itu saya masih menderita sakit pembuluh darah dan sering pijat ke beliau. Entah mungkin karena sudah sangat akrab, beliau tiba-tiba bercerita tentang kedua menantunya.

Bagi saya dan keluarga, ceritanya tidak begitu lucu, tetapi bagi pembaca mungkin aneh. Ini kisah kedua anak perempuannya.

Baca Juga: cerita cinta guru wanita dan murid

Kata beliau, beberapa minggu sebelumnya, salah satu menantunya ketahuan selingkuh dengan iparnya. Padahal sudah sama-sama punya anak. Uniknya, suami perempuan yang diselingkuhi tidak marah. Bukan tidak marah, sebenarnya, siapa yang tidak marah mengalami hal seperti ini. Hanya saja beliau mampu menahan amarah. Kata Pak Ustadz, ujian itu memang disesuaikan dengan kemampuan yang diuji. Singkat cerita beliau mengajak tukar istri saja.

Yang saya kagumi alasannya mengajak tukar istri. Katanya demi anak agar tidak diasuh bapak atau ibu tiri. Sudah tahu kan kejamnya ibu tiri. Tidak semua sih. Kalau ditukar, kan diasuh pak de atau buk lek. Masih sama sayangnya. Begitu. Di daerah ini, Pak De atau Pak Lek sama sayangnya seperti orang tua sendiri sama keponakannya. Akan tetapi, ada kisah yang tak terungkap di balik cerita ini. Mungkin rasa sayang terhadap anak mengalahkan cinta birahi terhada istri. Tetapi semudah itukah mengalihkan haluan cinta? Ini tentang pengorbanan.

Menurut tradisi, sudah menjadi prinsip para orang tua, hidup demi anak. Pernah juga ada tetangga yang sering sekali bertengkar dengan istrinya. Katanya istrinya tidak penurut, kasar pada suami, tapi suami tidak mau bercerai, keluarganya pun juga sangat tidak mendukung perceraian. Alasannya, karena sudah ada anak. Menurut mereka, sebaik-baiknya ibu atau ayah tiri, tidak akan sama sayangnya dengan orang tua kandung.
Pernah juga seorang suami selingkuh dengan teman istrinya yang masih tetangga rumah sampai hamil dan punya anak. Akhirnya dinikahi dan pisah ranjang dengan istri pertama. Tetapi akhirnya kembali lagi pada istri pertama dan meninggalkan istri mudanya, dan diterima dengan baik oleh istri pertama. Alasannya, demi anak. Keluarga masing-masing juga tidak saling bermusuhan, mereka menganggap sudah masa lalu. Alasannya, karena sudah ada anak.

Salut. Anak tidak tahu apa-apa, yang ia harapkan adalah kasih sayang. Akan tetapi, menurut hukum agama, zina tetaplah dosa besar yang harus dijauhi.

Sekian kisah cinta ini, mungkin aneh menurut pembaca. Salah seorang merasakan cerita cinta romantis bersama selingkuhannya, sedangkan yang lain pastinya sedih dengan pernikahannya yang berakhir dengan cerita cinta sedih. Allah Maha Tahu atas segala rahasia.

Baca juga: Hadiah cinta terindah suami ke 4

Cerita Tradisi Tukar Istri di India

Rupanya cerita tukar istri ini sudah lama ada, bahkan sudah menjadi tradisi. Suku yang memiliki tradisi unik ini adalah suku Drokpa yang hidup di pedalaman India. Ini negerinya para bintang Bollywood. Populasi mereka sudah tidak banyak, yakni sekitar 3000 orang saja. Wah, bagaimana anak-anaknya ya ketika ibunya ditukar oleh bapaknya? Entahlah, tiap suku memiliki karakteristiknya sendiri.

Tradisi tukar istri suku Drokpa, suku yang lahir di daerah pegunungan Himalaya ini, sebenarnya sudah banyak ditentang dan bahkan dilarang oleh banyak agama karena dianggap tidak beradap. Ada juga yang bilang, tradisi ini untuk menghindari roh jahat, tapi banyak yang menyangkal pendapat ini. (Sumber: Travel.Detik.com)

Isu Tradisi Tukar IStri di Yogyakarta

(edited 26 Mei 2020)

Ada sebuah Kampung bernama kampung Congklang di Sleman, Yogyakarta. Warga kampung Congklang ini dikenal radikal dan tertutup, menolak acara-acara adat lokal. Mereka menolak tradisi atau adat dari luar, bahkan pagelaran wayang pun ditolak, begitu kata adik Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ini satu-satunya kampung yang menolak budaya lokal tersebut. Asal mula kampungn ini adalah dari seorang pendatang yang membeli tanah di situ, kemudian rekannya pendatang tersebut ikut membeli tanah dan membangun rumah di situ. Hingga akhirnya kampung tersebut menjadi sebuah perkampungan. Kampung ini dikabarkan memiliki keanehan, yakni kebiasaann warganya tukar istri baik dengan tetangga sendiri maupun dengan tamu, demikian info dari intelijen Satpol PP DIY.

Menurut komentar salah seorang warga Yogyakarta sendiri di kaskus, beliau malah tidak tahu keberadaan tradisi tukar istri ini. Bisa jadi, isu ini untuk menyudutkan kaum radikal tersebut karena tidak mau membauru dengan warga lokal. Tahun 2017, kampung tersebut sudah diawasi ketat oleh Kasatpol PP DIY, GBPH Yudaningrat. (sumber:liputan6.com)

Baca juga: kawin sedekah wanita ahli bidah

Tradisi Tukar Istri di Afrika

Tradisi tukar istri di Afrika ini sudah membudaya. Sebenarnya bukan tukar istri secara langsung. Tradisi tidur dengan istri orang lain ini sebenarnya tradisi penghormatan terhadap tamu. Jika seseorang bertamu ke rumah orang lain, maka tuan rumah menyiapkan makanan juga tempat tidur untuk menginap lengkap dengan istri tuan rumah siap melayani sang tamu. Anehnya juga, sang suami akan tidur di halaman hingga pagi. Puas deh tamunya. Sebaliknya nanti, jika sang tuan rumah main balik ke rumah tamunya tadi, dia juga akan diperlakukan seperti itu. Katanya, tradisi ini sudahh jarang dilakukan dengan seringnya penyuluhan penyakit menular akibat tradisi tidak sehat tersebut. (sumber: bangka.tribunnews.com)

Hukum Tukar Pasangan: Tukar istri / Tukar Suami

Bolehkah tukar istri atau tukar suami? Dalam agama Islam, yang dibahas bukan masalah tukar pasangan, tapi yang diatur adalah pernikahan dan perceraiannya. Wanita yang bercerai harus menunggu masa iddah untuk menikah lagi. Begitu juga jika seorang pria hendak menikahi lagi mantan istrinya, maka ada ketentuannya. Hal inilah yang diatur dalam fiqih nikah dalam Islam. Adapun tukar istri, selagi proses perceraian dan pernikahannya sesuai dengan tuntunan agama islam, ya tidak masalah. Seorang pria itu kan bebas mau menikah dengan siapa saja yang memang halal dinikahi. Jadi, tidak masalah si A menikahi mantan istri si B, dan sebaliknya.
Lain halnya jika tukar istri ini dilakukan tanpa proses cerai dan nikah, misalnya dua pasang suami istri bersepakat tukar istri di kamar hotel atau di rumah masing-masing, dalam agama islam disebut zina. Adapun dalam hukum negara, cukup panajng penejlasannya, bisa dibaca di hukumonline.com. Disana dijelaskan, ada pasal yang berlaku jika ada pengaduan saja, jika sama-sama suka, boleh saja. Ada pasal lain juga tentang pornografi, mempertontonkan. Selain itu ada pasal juga tentang perbuatan asusila. Bisa dibaca sendiri hukum tukar pasangan tidak sah ini di hukumonline.com.

6 Comments

  1. Indra Kusuma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *