Sambut Kehadiran Daftar 133 Dai Moderat

daftar dai moderat

Terbit 29 Desember di situs Dakwah NU daftar 133 dai moderat. Bagi saya ini bukan soal golongan atau hendak memecah belah umat islam. Tetapi ini pandangan personal saya pribadi karena mendengar ceramah mereka justru memperkuat semangat persatuan. Apa itu dai moderat? Saya sendiri mengartikan secara sederhana, dakwahnya tidak ekstrim, tidak suka menyesatkan sesama muslim di publik.

Sudah lebih dulu terbit daftar ustadz berlabel sunnah di situs mereka. Dakwah itu baik, tapi satu hal yang saya kurang sepakat dengan cara dakwah para ustadz berlabel sunnah adalah sikap yang selalu menganggap sesat (hampir) semua yang berbeda pendapat dengan mereka dan itu disampaikan di publik (ranah komukasi bersifat publik/bukan komunal). Mungkin ini ulah oknum, tapi yang saya tahu banyak oknum. Dan topik perbedaan pendapat ini dijadikan ajaran utama pada kajian mereka di masyarakat. Katanya yang mereka sampaikan itu merupakan perbedaan yang tidak bisa ditoleransi, artinya yang berbeda harus disesatkan. Akhirnya bangkit konflik karena perbedaan pendapat. Umat jadi saling menuduh sesat satu sama lain, padahal mereka masih sedikit ilmu. Seharusnya perbedaan pendapat ini cukup dibahas oleh ulama yang membidangi dan di kelas madratsah/kampus saja, bukan di publik.

Jika perbedaan terjadi di kelompok mereka, mereka anggap biasa. Tetapi, jika kelompok lain yang berbeda, langsung auto sesat. Mereka tidak mau menerima perbedaan, yang berbeda mereka anggap sesat. Cara ini yang saya tidak suka. Jadinya, banyak orang belajar agama dan mulai belajar dari bab perbedaan pendapat antar ulama. Ini tidak baik.

Baca juga: Ustadz Radikal Masuk Kampung

Maka dari itu, senang bagi saya untuk membagikan daftar nama ustadz/da’i yang lebih moderat, yang tidak gampang menyesatkan sesama muslim. Terutama penceramah favorit saya ada dalam daftar tersebut, yaitu: Ust Adi Hidayat, Buya Yahya, Ust Abdul Somad, dan Gus Baha. Jadi, ngaji itu untuk memperbaiki diri, bukan untuk menyesatkan sesama atau debat.

Jadi, hadirnya daftar Da’i moderat seperti ini bagus menurut saya. Mungkin ada yang kurang sepakat karena belum semuanya masuk daftar atau rangkingnya tidak sesuai ekspektasi. Menurut saya itu wajar. Tetapi, secara personal, saya senang dengan diterbitkannya daftar 133 da’i moderat ini.

Daftar 133 Da’i moderat tersebut bisa dilihat di situs Dakwah NU ini

Daftar ini dikeluarkan oleh ADDAI (Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia). Tentu sudah melalui seleksi, bahkan seleksinya juga berdsarkan hasil poling masyarakat. Menurut saya ini bagus. Jika memang ada yang kurang tepat, wajar, namanya manusia, pengurus ADDAI kan juga manusia, tidak akan bisa sempurna. Untuk itu, sebaiknya kita saling support dan saling melengkapi.

Penjelasan Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI), Moch Syarif Hidayatullah:

“Khusus terkait 133 dai moderat, pemilihan nama-nama yang masuk dalam daftar ini didasarkan pada aktivitas dakwah yang dilakukan baik secara luring maupun daring. Kriteria pemilihan nama-nama ini dilihat dari rekam jejak selama ini, terutama pada tahun 2020,” katanya

“Meskipun bukan berarti dai yang tidak dalam daftar ini otomatis tidak moderat. Perlu dicek rekam jejak dai yang terkait baik secara digital maupun info yang beredar. Daftar ini hanya untuk memudahkan masyarakat memilih dai yang moderat dan berhaluan wasathiyyah,” jelasnya. (Sumber)

Itu saja dari saya tentang kabar gembira ini. Semoga Allah satukan umat Islam semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *