Pembahasan Lengkap Tentang Cerpen atau Cerita Pendek

tentang cerpen, pengertian cerpen, cerpen adalah, unsur intrinsik, unsur ekstrinsik

Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Cerpen termasuk salah satu jenis karya sastra, yakni tulisan cerita fiksi yang ceritanya singkat. Panjang cerita cerpen tidak seperti novel, tapi singkat saja. Bahkan membaca cerpen bisa sambil berdiri, artinya tidak butuh waktu lama untuk membaca satu buah cerpen.

Pengertian Cerpen Menurut Beberapa Ahli

Pengertian cerpen menurut para ahli berbeda-beda. Sederhananya, cerpen itu adalah cerita fiksi yang singkat yang hanya memiliki satu alur cerita. Berikut definisi atau penertian cerpen:

Pengertian Cerpen Menurut KBBI Online

Arti dari cerita pendek/cerpen adalah: Istilah sastra kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pd suatu ketika). sumber KBBI

Pengertian Cerpen di Wikipedia

Cerita pendek – juga disingkatkan kepada cerpen [cér-pén]- adalah suatu bentuk prosa naratif dan bersifat cereka. Biasanya cerpen mengandungi jumlah watak yang sedikit di antara satu sehingga empat dengan tema yang satu dan plot yang ringkas.

Pengertian cerpen berbahasa Inggris di Wikipedia:

A short story is a piece of prose fiction that typically can be read in one sitting and focuses on a self-contained incident or series of linked incidents, with the intent of evoking a “single effect” or mood. Wikipedia Sumber Wikipedia

Pengertian Cerpen Menurut Ahli

Ahli sastra yang saya pilih di sini adalah A. Bakar Hamid.Beliau menyebut jumlah kata dalam pengertian cerpen.

Menurutnya bahwa cerpen atau disebut juga dengan cerita pendek seharusnya dilihat dari jumlah, kuantitas kata yang digunakan antara 500 hingga 20.000 kata adanya plot, adanya satu karakter dan adanya kesan. (Sumber gurupendidikan.co.id)

Itulah beberapa pengertian cerpen menurut KBBI dan ahli sastra.

Baca jua: Hukum Menulis Cerpen

Sejarah Cerpen Dunia

Cerpen atau Cerita pendek awalnya hanyalah cerita-cerita yang disampaikan secara lisan. Biasanya cerpen disampaikan dalam bentuk puisi yang berirama. Lagu dalam penyampaian cerpen secara lisan tersebut dimaksudkan untuk mempermudah pendengar mengingat ceritanya. Tradisi bercerita secara lisan ini mulai berkembang ke dalam bentuk tulis pada abad ke-14 di Eropa. Cerpen pertama yang terbit, yakni cerpen karya Giovanni Boccaccio Decameron  dan cerpen karya Geoffrey Chaucer Canterbury Tales. Pada akhir abad ke-16 cerpen yang paling terkenal adalah cerpen terjemahan bahasa Prancis, karya Matteo Bandello, yakni novella kelam yang tragis.

Di Prancis sendiri cerpen dipelopori oleh Guy de Maupassant pada tahun 1850-1893. Guy merupakan salah satu bapak cerpen dunia yang lahir di Prancis. Cerpen yang terkenal hingga mendunia kala itu adalah The Neckale yang tercantum dalam buku kumpulan cerpen berjudul Contes du jour et de la nuit (1885). Penerbitan cerpen di berbagai media cetak, terutama di majalah sastra mulai berkembang pesat pada pertengahan abad ke XIX di Eropa dan Amerika. Beberapa penulis terkenal yang disebut bapak cerpen adalah Anton Chekhov (1860-1904), Washington Irving (1783-1859), Edgar Allen Poe (1809-1849).

Sumber sejarah sastra dunia menyebutkan tradisi penulisan cerpen berasal dari Mesir, yakni pada 3200 SM yang ditulis pada lembaran-lembaran daun lontar. Ada juga cerpen-cerpen yang dipentaskan menjadi drama. Kemudian, penulisan cerpen berkembang ke wilayah Eropa pada tahun 1812, lalu ke Amerika pada tahun 1912.

Baca juga: Cinta bersemi di pesantren

Ciri ciri dan Karakteristik Cerpen

Sesuai dengan nama jenis karya sastra yang satu ini memiliki ciri jalan ceria yang pendek atau singkat. Jalan cerita cerpen tidak seperti novel yang panjang dandetail ceritanya, biasanya panjang cerpen adalah 10 halaman buku. Itu sudah paling panjang. Sedangkan untuk saat ini, ada namanya fiksi mini, bahkan hanya terdiri dari 200 kata, bahkan ada yang 100 kata.

Jumlah Kata Cerpen

Pada umumnya sebuah karya prosa akan disebut cerpen jika jumlah kata tidak lebih dari 10000 kata. Sebenarnya tidak pas 10000 kata, umumnya dikisaran angka itu, selebihnya sudah disebut novelet.

Cerita Cerpen Bersifat fiktif atau hayalan

Cerpen ini adalah karya sastra, tentu ceritanya adalah cerita fiktif. Ada juga yang campuran antara kisah nyata dengan kisah fiktif, tapi ketika tercampur dengan kisah fiktif, maka sudah disebut cerpen alias cerita fiksi. Jika murni kisah nyata, meskipun ceritanya pendek, maka tidak disebut cerpen, tapi disebut kisah nyata.

Alur Cerpen

Alur cerita cerpen hanya satu saja, tidak seperti novel yang terdiri dari sub alur, kadang ada alur lain. Nah, dalam cerpen ini hanya ada satu alur saja. Sehingga, ceritanya lebih fokus pada satu permasalahan dan penyelesaiannya.

Cerpen Bisa dibaca sambil berdiri atau sekali duduk

Karena ceritanya singkat, maka untuk membacanya tidak butuh waktu lama, bahkan bisa dibaca sambil berdiri. Tidak seperti novel ya, kalau dibaca berdiri, bisa sampai pingsan tidak selesai. Nah, cerpen ini bisa dibaca sambil berdiri atau sekali duduk langsung selesai bacanya.

Penokohan Cerpen

Penokohan cerpen sangat sederhana, tidak detail seperti novel. Penggambaran tokoh tidak sedetail novel, hanya seperlunya saja sesuai alurnya yang tunggal. Jadi, cukup inti-intinya saja yang digambarkan.

Itulah beberapa ciri-ciri cerpen yang membedakannya dengan jenis tulisan lain, baik dengan sesama karya sastra berupa prosa, drama, puisi juga artikel. Dari ulasan sekilas tentang ciri-ciri dan karakteristik cerpen di atas, jelaslah perbedaan cerpen dengan karya tulis lainnya.

Unsur-Unsur Cerpen

Cerpen terdiri dari dua unsur, yakni unsur intriksik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang ada dalam naskah cerpen itu sendiri, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang ada di luar naskah cerpen tersebut.

Unsur Intrinsik Cerpen

Tema merupakan inti atau gagasan utama dalam sebuah cerpen.

Tokoh dan Penokohan Cerpen 

Tokoh adalah pelaku atau pemain dalam cerita. Tokoh dibagi dua, yakni tokoh utama dan tokoh tambahan. Tokoh utama adalah tokoh yang terlibat langsung dalam konflik. Tokoh utama menjadi pusat cerita. Sedangkan tokoh tambahan adalah tokoh yang tidak terlibat dalam konflik. Dia tidak menjadi pusat perhatian dalam cerita. Sedangkan penokohan adalah penggambaran watak pada tokoh, ada yang berwatak jahat, ada yang baik, ada yang sabar, dan semacamnya.

Latar Cerpen

Latar dalam cerpen dibagi menjadi tiga, yakni latar tempat yang menjelaskan tempat dimana terjadinya peristiwa, latar waktu menjelaskan kapan terjadinya peristiwa dalam cerita dan latar suasana merupakan gambaran suasana dalam cerita.

Alur atau Plot Cerpen

Alur atau plot dalam cerpen ada tiga macam, yakni alur maju: cerita cerpen dimulai dari awal cerita hingga akhir cerita, yang ke dua alur mundur/kilas balik: cerita diawali dari akhir cerita kemudian menuju awal cerita, dan yang ketiga adalah alur campuran: dalam cerita tersebut ada alur maju dan ada alur mundur.

Urutan alur cerpen biasanya:
orientasi – rangkaian peristiwa – komplikasi – resolusi

Cerita diawali dari pengenalan, kemudian berlanjut pada serangkaian peristiwa, lalu menuju konflik, setelah terjadi konflik cerita menuju solusi penyelesaian masalah.

Sudut Pandang Dalam Cerpen

Sudut pandang merupakan pandangan pengarang terhadap cerpen, atau posisi penulis dalam cerita. Ada beberap sudut pandang dalam cerpen. Sudut pandang orang pertama, artinya penulis terlibat dalam cerita dengan menggunakan kata “Aku”, “Saya”, “Kami”. Sudut pandang yang kedua adalah sudut pandang orang ketiga, penulis tidak terlibat langsung dalam cerita, bisanya menggunakan kata “Dia”, “Mereka”. Denan menggunakan sudut pandang orang ketiga, berarti penulis tidak ada dalam cerita, maka ia tahu segala hal dalam cerita tersebut.

Amanat Cerpen

Amanat merupakan pesan moral atau amanat pelajaran yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.

Gaya bahasa Cerpen

Gaya bahasa / majasdalam cerpen berfungsi untuk membuat cerpen menarik untuk dibaca. Ada banyak macam gaya bahasa yang bisa digunakan dalam cerpen. Ada majas personifikasi, majas hiperbola, majas metafora, dan semacamnya.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Ada tiga unsur utama dalam unsur ekstrinsik cerpen yakni latar belakang masyarakat dalam cerpen, latar belakang penarang cerpen tersebut, dan nilai yang ada dalam cerpen tersebut, ada nilai moral, nilai sosial, ada nilai budaya, nilai agama, dll.

Jenis Cerpen

Ada beberapa jenis cerpen yang ada. Ada pembagian jenis cerpen berdasarkan jumlah kata atau panjang ceritanya dan ada jenis cerpen berdasarkan isi dan tema.

Jenis Cerpen Berdasarkan Jumlah Kata

Berdasarkan jumlah kata atau panjang ceritanya, jenis cerpen dibagi menjadi tiga, yaitu cerpen mini biasanya erdiri dari 700-1000 kata, cerpen ideal terdiri dari 3000-4000 kata, dan cerpen panjang terdiri dari 4000-10000 kata.

Jenis Cerpen Berdasarkan Isi dan Tema

Berdasarkan isi dan tema, jenis cerpen dibagi menjadi tiga juga, yaitu cerpen anak, cerpen remaja dan cerpen keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *