Magic Pemikat Hati Wanita Tionghoa

cerpen cinta romantis

Saridin tidak sengaja menemukan postingan di salah satu grup Facebook yang cukup menarik perhatiannya, yakni tentang suatu ilmu pelet atau ilmu ghoib pemikat hati wanita. Sebenarnya ilmu-ilmu seperti ini sudah banyak beredar di kampungnya, tapi yang ini beda. Katanya ini khusus untuk memikat hati wanita keturunan tionghoa. Wah, jarang sekali ada orang tionghoa menikah dengan pribumi, apalagi tak berharta. Orang tionghoa kan kaya kaya.

Saridin bekerja sebagai kuli bangunan. Ia kerja pagi hingga malam. Pekerjaannya keras, berat. Bayarannya cukup lumayan. Kalau dihitung bulanan, ya, di atas UMR pendapatannya. Tetapi, tentu ia ingin lebih, ingin pekerjaan yang menurutnya lebih enak dan nyaman. Pikirnya, pekerjaan yang enak itu ya di dalam ruangan, kerja kantoran lah.

Ia pun mulai berpikir, kalau ia menikah dengan orang tionghoa, kan enak. Orang tionghoa kan punya toko, jadi kan tinggal jaga tokonya. Mulai menghayal nih dia. Ia pun mencoba bertanya-tanya penawaran ilmu pelet khusus wanita tionghoa tersebut. Dia juga tidak tahan kalau melihat wanita glowing dengan warna kulit cerah. Wanita tionghoa kan kuning lansat, wow, menggoda sekali, pikir Saridin. Tidak bisa ia bayangkan bagaimana rasanya tidur sama wanita bening.

“Bagaimana cara belajar ilmu ini?”

Ia bertanya di komentar. Tak lama kemudian ia mendapat penjelasan tentang tata caranya. Rupanya ada dua cara, yakni bisa dengan media foto tarjet atau dengan bersentuhan dengan tarjet. Sepertinya yang mudah ini lewat foto. Saridin pun mencri tahu lebih jauh tentang ritualnya dan kekuatan ilmu tersebut. Ia coba baca beberapa komentar di situ. Rupanya sudah ada beberapa yang mencoba dan berhasil.

Saridin memutuskan untu belajar ilmu tersebut dengan memberi mahar kepada pemilik ilmu tersebut. Katanya, ritualnya cukup sekali di tengah malam. Tak banyak pikir Saridin langsung mempratekkannya. Ia belum memiliki tarjet, tapi di daerah tempat dia bekerja banyak wanita tionghoa cantik-cantik. Ia tidak peduli mereka bersuami atau tidak.

Pagi sebelum berangkat kerja Saridin jalan-jalan di trotoar depan pertokoan. Tentu banyak wanita tionghoa ia lihat. Ia pun memainkan kamera handfonnya, ambil gambar sebanyak-banyanya.

bersambung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *