Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah

Kisah Cinta Bidadari Tercantik, Ainul Mardhiah

Waktu itu Rasulullah sedang memberi semangat jihad kepada para sahabat pada bulan puasa. Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang mati syahid karena Allah akan dikaruniai bidadari tercantik bernama Ainul Mardhiah.” Rupanya nama Ainul Mardhiah memikat hati salah seorang sahabat nabi yang masih muda. Rasa penasaran menguasai jiwanya, tapi ia malu untuk bertanya lebih jauh tentangnya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Bidadari bidadari surga digambarkan sangat cantik, dan Ainul Mardhiah adalah bidadari surga yang tercantik, tak pernah terbayangkan kecantikannya. Bidadari tidak pernah disentuh oleh jin dan manusai. Bahkan ada riwayat yang mengatakan, andai bidadari meludah sekali saja pada lautan, maka air laut di seluruh dunia akan harum wangi kasturi. “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan” (Ar Rahman ayat 58). Nah, sedangkan yang ini adalah bidadari tercantik.

Menjelang waktu dzuhur para sahabat menyempatkan tidur sejenak sebelum berangkat berperang sesuai sunnah Rasul. Dalam tidurnya sahabat yang sedang dilanda rasa penasaran pada kecantikan Ainul Mardhiah ini pun bermimpi berada di suatu tempat yang sangat indah yang belum pernah ia lihat keindahannya. Di sana ia bertemu dengan wanita cantik yang belum pernah ia lihat kecantikannya. “Dimanakah ini?” tanyanya pada wanita itu.

Baca juga: Sahabat nabi yang memilih janda

“Inilah surga.”

Dengan rasa penasarannya ia bertanya, “Apakah kamu Ainul Mardhiah?”

“Bukan. Saya bukan Ainul Mardhiah. Kalau kamu ingin bertemu dia, dia sedang istirahat di bawah pohon yang rindang itu.”

Sahabat itu pun segera mendekati pohon itu dan ditemuinya seorang wanita yang jauh lebih cantik dari yang tadi. Ia pun mengira bahwa dialah Ainul Mardhiah, bidadari tercantik. “Kamukah Ainul Mardhiah?”

“Bukan. Saya penjaganya. Jika ingin bertemu dia, itulah singgasananya.” Semakin penasaranlah ia, pastinya Ainul Mardhiah sangat cantik.

Segera sahabat itu pun menuju istana indah yang ditunjuk wanita cantik tadi. Di mahligainya ia bertemu dengan wanita sangat cantik yang jauh lebih cantik dari wanita tadi. Dia sedang membersihkan perhiasan dengan lap cantik. Ia sangat yakin inilah Ainul Mardhiah. Untuk memastikan, ia pun bertanya padanya, “Apakah kamu Ainul Mardhiah?”

“Bukan. Saya penjaga mahligai ini. Dia berada di mahligai itu.”

Tiga wanita cantik dengan tingkatan kecantikan berbeda sudah ia temui. Tak terbayangkan seperti apa cantiknya Ainul Mardhiah. Ia pun menuju mahligai yang ditunjuk wanita tadi. Ditemuinya wanita cantik yang jauh lebih cantik dari wanita cantik tadi. Wanita ini tampak pemalu sekali. “Apakah kamu Ainul Mardhiah?”

Dengan wajah tampak malu ia menjawab, “Iya, benar. Saya Ainul Mardhiah.”

Akhirnya, ia temui bidadari tercantik. Kecantikan yang belum pernah terlukis di alam dunia. Tak tertandingi kecantikannya. Tak ada pelukis yang pernah menghayalkan kecantikannya.  Ia pun mendekatinya, tapi  sang bidadari surga tercantik, Ainul Mardhiah menghindar, “Kamu bukan orang yang mati syahid,” katanya. Seketika ia pun terbangun.

Ia menceritakan kisah indah dalam mimpinya ini pada sahabat lain yang sangat ia percaya. Ia meminta sahabat tersebut untuk merahasiakannya hingga ia mati syahid untuk bertemu Ainul Mardhiah. Maka ketika komando jihad diteriakkan ia pun segera pergi ke medan jihad dengan penuh semangat untuk bertemu kekasih pujaan di surga. Cita-citanya tercapai, Allah menganugerahkan syahid padanya.

Saat petang tiba, sahabat kepercayaan yang mendengar cerita mimpi sahabatnya tadi menceritakannya pada Rasulullah. “Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah,” begitu tanggapan Nabi shallallahu ‘alaii wasallam. Kisah ini ada dalam hadits Nabi Muhammad saw. riwayat Imam Tirmidzi.

Baca juga: Menolak menikah lagi walau istri memilihkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *