Hadiah Cinta Terindah Suami Ke-4

Cinta Bukan Dusta, cinta karena Allah, keutamaan menikah dalam islam

Cerita Cinta Bukan Dusta ini hanyalah cerpen, menceritakan seorang wanita yang berkali-kali menikah. Ia adalah wanita yang kaya cinta, cintanya bukan suatu dusta. Cerita ini menyampaikan keutamaan menikah dalam agama islam, yakni menghindari zina. Semua tokoh yang ada dalam cerita cinta romantis ini fiktif, nama daerahnya pun juga fiktif. Sebagian dari cerita ini nyata, tapi diungkap dalam bentuk fiksi. Jadi jika ada kesamaan cerita nyata yang dialami oleh pembaca, anggap saja ceritanya kebetulan sama.

Kesepian – Cinta Bukan Dusta

Rusmi sudah lama menikah, tapi tidak dikaruniai anak. Banyak orang bilang, suaminyalah yang mandul. Di kampungnya, banyak orang yang bisa bedakan wanita subur dan wanita mandul dari bentuk tubuhnya. Sebagian orang bilang, ini hanya mitos saja sih. Tetapi, rupanya banyak yang tidak keliru. Rusmi dan suami juga enggan ke dokter. Memang banyak warga desa yang eggan ke dokter. Mereka punya keyakinan, dokter atau tabib itu khusus untuk orang-orang tertentu. Artinya, jika sembuh pada salah satu dokter, maka jangan ke dokter lain. Begitu kepercayaan mereka. Rusmi dan suami sudah anti sekali sama dokter. Jika keduanya sakit, tinggal datang ke Bindereh Sholeh, dikasih air, langsung sembuh.

Tetapi, kali ini beda. Banyak orang bilang, zaman sudah berubah, tabib sudah kehilangan kemampuannya. Sudah banyak yang tidak sembuh berobat sama tabib. Suatu hari suami Rusmi tiba-tiba merasa sakit di kaki kanan dan tidak bisa berjalan. Semakin lama kaki kanannya lumpuh, terus menjalar ke tangan kiri. Bahkan alat vitalnya pun juga lumpuh. Ada yang bilang diguna-guna orang, tapi tidak ada tabib atau orang pintar yang bisa mengobatinya.

Dua tahun suami Rusmi terbaring lemas. Untungnya dia punya sawah yang luas, warisan dari ayahnya. Hartanya melimpah dari hasil pertanian. Suami tidak kerja, ia tetap kaya. Lagian, dari dulu suaminya cuma mengurus sawahnya, tidak ada bisnis lain. Tetapi, Rusmi tidak hanya butuh harta. Walau suami ada didekatnya, ia sangat membutuhkan nafkah batin, ia butuh cinta. Itu bukan dusta. Saat sepi, benar-benar terasa ia telah kehilangan manfaat keutamaan menikah yang berpahala dalam islam. Ia ingin seperti dulu, ia merindukan malam-malam yang sangat romantis bersama suami, menikmati kesunyian malam dengan bercinta.

Kadang ia melakukan cara-cara aneh untuk memenuhi hasratnya, rasanya sudah tidak tertahankan. Sempat terfikir untuk selingkuh, tapi ia takut dosa. Peluangnya besar, ia punya banyak karyawan yang bekerja mengurus sawahnya. Kalau dia mau, banyak yang suka dan cinta sama dirinya, karena memang cantik. Allah karunia dia wajah cantik. Kata kyai, sekali zina, 75 tahun pahala kebaikan terhapus. Rusmi tidak mau itu. Tetapi berat, suami sudah tidak bisa digoda lagi. Pernah ia berharap agar suaminya segera meninggal, agar ia bisa menikah lagi. Tetapi, ia segera bertaubat. Tetapi, hidup ini sulit baginya. Hasrat biologisnya selalu datang membuncah.

baca juga: Janda tak masalah asal cantik

Cinta Bukan Sesungguhnya tapi Dusta – Suami Ke-2

Suami Rusmi meninggal dunia. Dua setengah tahun ia merawatnya. Ia ikhlaskan kepergiannya. Ada rasa sedih mengingat kenangan bersamanya dulu, ada rasa bahagia karena punya kesempatan menikah lagi untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Sebenarnya banyak yang suka sama Rusmi, termasuk para pekerjanya. Mereka menyatakan cinta, katanya cinta suci karena Allah. Tetapi, Rusmi tidak mau melanggar aturan agama. Baru seminggu suaminya meninggal, baru selesai acara 7 harinya, sudah banyak yang menggodanya. Maklum, dia sudah janda, banyak pria kampung yang berani. Kalau masih perawan, pasti mikir-mikir karena dia kaya.

Rusmi bukan tidak mau, tapi yang ia tahu, seorang janda harus menunggu masa iddah untuk menikah lagi. Cinta itu akan datang karena Allah. Dari beberapa pria yang ingin melamarnya, ada yang sangat ia suka, yakni anak Bindereh Zuhdi. Dia masih muda sebenarnya, masih 28 tahun, lebih muda 20 tahun dari Rusmi. Entahlah, apa yang membuat anak Bindereh Zuhdi ingin melamarnya. Sempat ramai jadi trending topik warga. Bindereh Zuhdi sempat marah sama putranya, biasanya anak seorang bindereh menikah dengan sesama keluarga kyai.

“Kalau Mbak Rusmi mau, saya siap menikah sehabis masa iddah,” begitu inbox anak Bindereh Zuhdi pada Rusmi.

Rusmi terpesona sama dia, tapi tidak mau gegabah. Risikonya terlalu berat menikah dengan anak muda yang jauh lebih muda, apalagi anak kyai. Ia memilih untuk tidak menerima siapa-siapa dulu.

“Maaf, saya menunggu selesai masa iddah,” jawabnya lewat WA.

Empat bulan berlalu, masa iddah Rusmi sudah selesai. Masih ia ingat sang pemuda tampan anak Bindereh Zuhdi, tapi sayang, dia sudah menikah dengan Neng Rahma. Penantiannya kini sudah tuntas, masa iddah sudah ia lewati. Tidak seperti dulu waktu masih perawan, pertimbangannya sekarang dalam memilih calon suami hanya yang penting baik dalam agama dan bisa memenuhi kebutuhan biologisnya. Itu saja. Adapun wajah, ia sudah tidak terlalu memikirkannya, tapi juga tidak mau kalau terlalu jelek. Sudah ia putuskan untuk menerima siapapun yang melamarnya, tapi sebulan ini, malah tidak ada yang mendekatinya.

Hari Rabu, bulan Desember, seorang pemuda yang masih sangat mendatanginya. “Kalau Mbak Rusmi mau, saya siap menjadi suami Mbak Rusmi.” Rusmi enggan menerimanya, tapi hasrat biologisnya sudah tidak bisa ditahannya. Dari pada ia melakukan cara-cara aneh untuk memenuhinya, ia pun menerimanya. Ia ingin merasakan lagi manfaat keutamaan menikah dalam tuntunan agama islam, yang penting tidak berzina, karena itu dosa besar. Sepertinya dirinya sudah kurang bisa berpikir jernih karena hasrat biologis.

Fauzan nama pemuda tersebut, masih berusia 22 tahun, dia bekerja merantau ke Bali, dan pulang sebulan sekali. Dia anak orang tidak mampu. Ayahnya sudah lama meninggal, ibunya sakit-sakitan. Rumahnya terbuat dari anyaman bambu. Tentu saja namanya langsung viral begitu diterima oleh Rusmi. Keduanya menikah. Akirnya, Rusmi merasakan nikmatnya cinta lagi, kenikmatan yang nyata, bukan dusta. Malam-malamnya kini jadi indah lagi.

Usai malam pertama, ia sempat menyesal menikah dengan anak muda. Hal ini tentu mengganggu kehidupan sosialnya. Banyak dari keluarga Zuhdi tidak suka sama Rusmi, mereka menuduh Rusmi sudah menggunakan guna-guna litrik. Mereka yakin Zuhdi sudah terkena guna-guna. Orang-orang di kampung ada yang mengolok-olok Zuhdi, katanya demi harta, ia sudah rela memberikan keperjakaannya pada janda tua. Tetapi, ada juga yang memuji keduanya. Menurut mereka, jodoh itu rahasia Allah, tidak ada yang tahu. Hubungan yang dijalani keduanya adalah hubungan sah menurut syariat. Hubungan asmara keduanya berpahala.

Hari-hari berlalu, komentar orang mulai berkurang, Rusmi juga mulai terbiasa dengan komentar orang. Zuhdi senang sekali. Sejak dulu ia mendambakan punya istri cantik, tapi ia kurang pede, selalu merasa minder. Mungkin karena memang masih terlalu muda. Menurutnya, kecantikan itu nomor satu, usia tidak jadi masalah, katanya. Karena itulah, ia memberanikan diri melamar Rusmi. Baginya, tubuh Rusmi sangat indah meskipun sudah tua. Itu tidak masalah baginya, yang penting cantik. Sekarang, ia menikmati hubungan cintanya dengan wanita cantik dengan jalan yang halal.

Suami Menikah Lagi

Sudah hampir setahun menikah. Rupanya pikiran Zuhdi berubah. Dia ingin punya anak, kecantikan sudah tidak lagi menjadi nomor satu dalam hidupnya. Cinta yang ia miliki rupanya bukan cinta yang sebenarnya tapi sudah menjadi dusta. Ia tahu Rusmi mandul dan sudah tua juga. Terpaksa, diam-diam dia menikah lagi, membagi cinta. Pikirnya, yang dilakukannya itu halal bukan hal yang haram. Ia pernah dengar, katanya menikah lagi itu memang tidak perlu izin dari istri pertama, kecuali sebelum menikah istri minta suami untuk tidak menikah lagi sebagai syarat, tapi perbuatannya ini dusta.

Keluarga Zuhdi tahu kalau Zuhdi menikah lagi, tapi mereka merahasiakan. Memang itu yang diinginkan mereka. Padahal, selama ini Zuhdi hidup dari harta Rusmi dan bahkan sudah punya toko sendiri, modalnya pinjam uang Rusmi. Zuhdi menikah dengan tetangga saudaranya. Ia masih muda dan masih perawan, tentunya cantik.

Rusmi akhirnya tahu suaminya menikah lagi, ia tahu cinta sudah hilang, suaminya bukan lagi pria setia, ia sudah berani berbuat dusta. Bahkan Rusmi pernah diam-diam memata-matai istri kedua suaminya. Tetapi ia diam karena butuh untuk mengisi malam-malamnya. Baginya, yang penting Zuhdi masih mau tidur bersamanya. Hanya itu yang ia butuhkan. Tetapi, seiring berjalannya waktu, Zuhdi mulai jarang pulang. Apalagi terdengar kabar istri mudanya hamil. Rusmi keberatan, ia ingin tiap malam bersama suaminya. Sebulan ini ia pernah tidak tidur bersama suaminya selama lima malam. Padahal salah satu keutamaan dan manfaat menikah dalam ajaran islam itu untuk menyalurkan hasrat.

Rusmi ingin cerai saja sebenarnya, tapi ia harus menunggu masa iddah lagi, lama lagi jadinya. Tetapi, ia juga tidak tahan kalau seperti ini. Rusmi pun nekad, meminta Zuhdi menceraikannya saja. Akhirnya keduanya resmi bercerai. Rusmi mencoba banyak membaca Quran dan ibadah ada hasrat biologisnya bisa terkontrol. Tetapi, banyak pekerjanya yang suka menggodanya. Dirinya cukup tersiksa. Ia pun memilih melakukan cara-cara unik untuk memuaskannya.

baca juga: Kumpulan cerita tukar istri

Cinta Bukan Dusta – Suami Ke-3

Masa iddah berakhir. Kali ini ia ingin memilih suami yang benar-benar bisa hidup bersamanya terus. Ada pak haji yang melamarnya. Beliau orang kaya. Tetapi, pertimbangan Rusmi adalah kesehatannya. Rusmi butuh pria yang sehat untuk mengisi malam-malamnya. Terpaksa ia tolak. Karena tidak sabar, ia pun nekad menawarkan diri pada salah satu pekerjanya.

“Parno…!!”

Parno yang lagi ambil pupuk didapurnya ia panggil ke rumahnya. Parno pun segera menghampirinya.

“Apa, Mbak?”

“Duduk sini.” Parno duduk berhadapan dengannya. “Kamu tidak ingin menikah lagi?”

Parno kaget. “Kok Mbak Rusmi tanya begitu?” tanyanya sambil tersenyum.

“Saya serius. Kalau kamu mau, aku mau jadi istrimu.”

Tentu saja Parno senang. Walaupun selisih 7 tahun, Parno mau. Dia kaya, cantik, masih indah dipandang. Tak sadar Parno spontan langsung memeluknya. Mak Rusmi segera mendorongnya.

“Oh, maaf, Mbak…..!! Maaf…!! maaf…!!”

“Sabar. Nikah dulu.”

Parno tersenyum.

Rusmi segera menemui Kyai Hafidz dan meminta beliau untuk menikahkan dirinya dengan Parno. Kyai Hafidz memberinya beberapa nasehat tentang keutamaan menikah bagi seorang muslim dalam islam. Habis Ashar keduanya menikah. Tak sabar, Parno langsung minta langsung dilayani sehabis akad. Rusmi pun nurut. Belum selesai keduanya bercinta, ada tamu datang. Biasanya tetangga berkunjung pada pengantin baru. Bisanya tuan rumah menyediakan makanan-makanan dan ada acara doa-doa. Terpaksa Parno menghentikannya dan segera memakai pakaiannya. Rupanya Buk Suida, tetangga sebelah mau beli semangka. Rusmi memang baru panen semangka. “Selamat ya, Mas Parno,” katanya. Parno tampak bahagia sekali.

Tetapi, pernikahan Rusmi dengan Parno juga tidak berlangsung lama. Hubungan keduanya berlangsung setahun tiga bulan. Parno suka jajan perempuan nakal. Cinta parno bukan cinta sejati yang tulus, ia nakal dan penuh dusta. Padahal dulu, ia orang baik. Mungkin karena sekarang sudah hidup berkecukupan dengan harta istri, jadi ingin macam-macam. Rusmi tidak mau hidup dengan pendosa. Begitu ia melihat sendiri saat memata-matai Parno, ia lansung minta cerai.

Cinta Karena Allah – Suami ke-4

Kesedihan datang lagi. Rusmi kesepian lagi menunggu masa iddah. Sempat mengeluh dan putus asa, ia meraba-raba miss-v-nya sendiri agar terpuaskan. Tetapi segera menyesali setelah kepuasan datang. Ia mencoba datang pada salah seorang kyai yang menjadi rujukan orang-orang kampung, Kyai Ma’ruf di Desa Karang Solek. Rusmi menyampaikan secara terus terang masalahnya. Rupanya Kyai Ma’ruf bisa membaca pikiran Rusmi, “Kalau mau, jadi istri kedua saya,” kata beliau. Rusmi kaget dan kecewa. Ia tahu itu halal, tapi ia tidak mau berbagi cinta.

Akhirnya masa iddah berakhir. Dua kali dihianati, ia berusaha mencari sesuatu yang bisa mengikat pria. Dulu ia pernah mendengar cerita tetangganya bahwa di gunung Silau Lima ada seorang kyai yang sakti. Katanya beliau bisa membuat orang cinta seumur hidup, cinta karena Allah, bukan yang hanya dusta. Rusmi nekad peri ke sana dan bertanya pada orang-orang sekitar gunung tersebut. Dengan mengendarai mobil sendiri, Rusmi menuju lokasi. Ia pun menemukan kediaman Kyai tersebut.

Sebuah rumah kecil terbuat dari anyaman bambu. Sepanjang jalan, hanya ada beberapa rumah, jaraknya berjauhan. Ada seorang anak menghampiri Rusmi, “Ditunggu kakek di dalam,” katanya. Rusmi kaget. Ia pun segera masuk.

“Silahkan duduk.”

Seorang lelaki tua ditemani empat wanita tua mempersilahkannya duduk. Rusmi pun duduk. Lalu pria tersebut memberi tiga butir batu pada Rusmi. “Simpan ini baik-baik ya,” kata kyai tersebut. “Tiap habis sholat baca sholawat minimal lima belas kali. Baca Quran tiap hari meski hanya satu ayat. Usahakan jangan ketinggalan sholat malam.” Rusmi belum sempat menyampaikan keluhannya. “Sudah, bawa pulang,” katanya. Rusmi bingung. Tetapi, ia nurut saja dan pamit.

Sesampainya di rumah Rusmi melihat seorang pemuda berdiri di depan rumahnya. “Siapa?” sapa Rusmi.

“Saya ada perlu sama Mbak Rusmi.”

“Ow, mari masuk.”

“Saya mahasiswa, Mbak, asal Sumatra, sekarang lagi KKN di sini.”

“Ow, perlu apa?”

“Maaf, Mbak. Semoga mbak berkenan.” Rusmi tersenyum. “Terus terang saja, kedua orang tua saya baru saja meninggal dunia….”

“Innalillahi…”

“Padahal, saya masih kuliah, adik juga baru masuk kuliah, yang bungsu masih SMA.” Rusmi lansung paham, sepertinya ia ingin minta sumbangan. “Kalau boleh, saya mau kerja di sini.”

“Sampeyan berpendidikan, kenapa tidak cari kerja di kota?”

“Sekarang banyak penipuan, Mbak. Saya sudah tanya-tanya sama pekerja Mbak Rusmi, saya tertarik.”

Rusmi terbayang wajah kyai tadi, seakan-akan beliau tersenyum padanya. Muncul pertanyaan apakah beliau ingin dirinya menikah dengan anak muda tersebut? Tetapi, ia takut seperti suami keduanya. Tetapi, bisa jadi ini berkat doa kyai itu. Rusmi masuk ke dapur dan membuatkan dia teh. Semakin nampak jelas wajah kyai tadi. Hasrat biologisnya datang dan cukup menyesakkan dirinya. Apalagi pemuda itu tampan dan gagah, body atletis.

Rusmi menyuguhkan teh. “Mas mau jadi suami saya?” seperti tak sengaja Rusmi mengucapkannya. “Saya tanggung biaya sekolah adik-adik.”

“Beneran, Mbak?”

Rusmi mengangguk. Keduanya menikah sehabis maghrib. Malam tak lagi sunyi bagi Rusmi, kini cinta datang lagi, Rusmi berharap ini bukan dusta. Semua terjadi karena Allah. Sekarang tetangga sudah tidak terlalu banyak komentar. Rusmi pun juga sudah kebal komentar. Rupanya pemuda tersebut sangat baik. Ia hafal Quran. Setiap hari ia mengajari Rusmi membaca al Quran dengan makhroj yang benar. Ia selalu mengajak Rusmi sholat berjamaah di musholla. Lima tahun berlalu, Rusmi hafal 30 juz al Quran. Ia bersyukur sekali mendapat suami muda yang taat ibadah. Banyak ilmu agama ia dapatkan. Sungguh manfaat dan keutamaan menikah ia rasakan sangat nikmat, terutama dalam beribadah sebagai seorang muslim. Kini cahaya islam terang dalam hidupnya.

“Penghafal, ahli al-Quran itu istimewa di akhirat. Ia dihiasi perhiasan terindah, kedua orang tuanya dihiasi dengan mahkota cahaya dari surga,” Rusmi tersenyum mendengarnya. “Ia disuruh mengajak keduau orang tua, pasangan, dan seluruh keturunannya menuju surga terbaik melewati semua pintu surga.” Rusmi terus mendengarkannya. “Semua malaikat diperintahkan oleh Allah untuk menyambutnya di semu apintu surga dan mengucap salam. Melihat kebahagiaan rombongan ahli Quran, orang-oran di surga itu menyesal dulu tidak menjadi ahli quran.”

Rusmi mempersilahkan suaminya untuk menikah lagi. Dirinya tidak bisa memberinya anak, mandul dan sudah tua. “Semoga Allah pertemukan saya dengan wanita sholehah yang taat ibadah,” begitu respon suaminya. Ia pun mencoba mencari calon istri kedua di forum-forum jodoh online. Tidak banyak yang mau jadi istri kedua, tetapi akhirnya ia dapat juga, seorang wanita yang lebih tua dari dirinya, yakni janda beranak dua berusia 36 tahun. Rusmi mau tinggal serumah sama madu.

Sekian.

Cerita Cinta sejati ini bukan kisah nyata tapi juga bukan dusta ya karena ada dalam kehidupan nyata. Cerita cinta sebenarnya yang dirasakan oleh seorang manusia pecinta. Cinta yang sesungguhnya bukan lah cinta yang membawa dusta karena hati yang tulus tidak akan membawa cinta bukan kebohongan apalagi dusta. Cinta itu suci dan murni dari hati bukan dari nafsu dan dusta. Manusia yang kaya cinta adalah wanita setia bukan wanita tak setia yang suka dusta. Cinta itu indah tapi kadang menyakitkan, bukan sifat cinta yang berubah, tapi dusta yang merebut.

Cinta yang indah itu adalah yang sebenarnya, bukan kebohongan dan dusta. Senyum dan tawa itu buah cinta sesungguhnya bukan air mata yang jatuh karena dusta. Cinta akan indah karena ketulusan bukan oleh penghianatan lelaki penuh dusta. Wanita yang kaya cinta itu anggun, kecantikannya hakiki budan seperti hati yang kaya dusta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *