Covid-19: Masjid Kami Memang Sepi Sejak Dulu

virus corona, covid-19, masker, masjid

Sejak Virus Corona/Covid-19 menyerang bumi ini, masjid mulai menjadi topik bahasan, bahkan di Indonesia ini hampir menjadi topik utama. Warganet ramai berdiskusi dan berdebat tentang masjid. Ada yang share video jamaah masjid yang bandel tetap ingin sholat jamaah. Ada yang share berita jamaah masjid terjangkit virus corona. Pejabat negeri menghimbau agar masjid dikosongkan.

Seramai apa sih masjid-masjid di Indonesia sebelum ada corona?

Ceritanya mendadak berubah. Dulu sebelum ada corona, masjid Indonesia menjadi sindiran para dai. Katanya yang sholat hanya pemain inti, yakni yang adzan, sekaligus iqomah, sekaligus imam, sekaligus makmum, artinya, dia sholat sendirian. Hahahaha… “Jikah sholat subuh di masid sudah seramai sholat Jumat, tidak lama lagi Palestina akan merdeka,” kata seorang dai. Bahkan banyak warganet yang nyindir membandingkan ramainya masjid dengan mall. Saya pernah sholat di masjid besar, luas sekali masjidnya, kurang lebih ada lima jamaah yang sholat. Waktu itu, saya pikir, menyedihkan sekali. Di daerah saya sendiri, orang mengenal masjid itu hanya untuk sholat jumat, bukan untuk sholat jamaah. Hampir tiap RT ada musholla di sini, sebagian ditempati belajar mengaji anak-anak kecil, sebagian hanya buat sholat saja. Bahkan sholat idul fitri dan idul adha pun tidak di masjid, kecuali yang rumahnya memang di sekitar masjid saja.

Dulu pernah ada seorang kyai agak marah, “Apa masjid ini dibangun dengan tidak ikhlas, kok jamaahnya sedikit?!” katanya. Hehehe… Maklum, orang lebih sibuk bekerja ketimbang ibadah. Kalau kita survei ke sawah-sawah, wah, banyak jamaah kerumunan orang di sana: kerja bersama, makan bersama, bersenda gurau bersama. Ada yang bawa tenda mini juga agar tidak panas. Begitu juga perkumpulan anak-anak yang bermain, itu jumlahnya lebih dari 10 bahkan lebih dari 20 orang. Padahal di masjid tengah kota saja, belum tentu sampai 20 orang.

Ibadah bisa dilakukan dimana saja. Kata Ustadz Abdul Somad, tempat yang digunakan sholat jamaah lima waktu rutin, itu disebut masjid, kalau ada sholat jamaahnya, namanya masjid jamik. Sebenarnya, masalah yang kita hadapi sekarang ini bukan masalah masjid, tapi penyebaran virus corona yang itu mudah terjadi di keramaian. Seharusnya, diksi atau pilihan kata yang digunakan, bukan masjid, tapi keramaian.

Baca juga: Bisnis pendidikan islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *