Berburu Doa Untuk Masa Depan

berburu doa

“Tidak bisnis lagi, Han?”

Hanafi sudah tidak tertarik lagi dengan yang namanya bisnis. Sudah bertahun-tahun dia menjalani banyak bisnis, tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Sudah banyak acara motivasi ia ikuti, tapi sama saja. Bahkan ritual pesugihan pun sudah ia ikuti, tapi tidak juga ada hasilnya. Keberuntungan tidak memihak pada dirinya.

Dulu ia semangat sekali karena ingin menjadi orang kaya. Inginnya kalau sudah kaya, mau banyak beramal, tapi tidak kaya-kaya. Kini usianya sudah tidak lagi muda. Dulu ingin kaya di usia muda seperti kata moivator. Bertahun-tahun masa ia habiskan berburu harta, dan tidak ia dapatkan. Rasanya belum sempat ia menikmati hidup. Sudah banyak strategi sukses ia coba, semuanya sia-sia.

Baca juga: Pola Pikir Negatif yang Tidak Disadari

“Syukuri yang ada, maksudnya berbahagia,” nasehat salah seorang kyai. “Seperti apapun hidup ini, nikmati saja. Jangan terlalu banyak minta, tapi banyak-banyaklah bersyukur. Syukuri yang sudah dimiliki.”

Hanafi kini bekerja sebagai kuli dengan gaji pas-pasan. Rupanya pesan kyai tersebut mengena sekali di hatinya. Ia pun menerima keadaan hidupnya. Ia syukuri saja. Dan satu hal yang kini menjadi misi barunya, yakni berburu doa. Sebagaimana nasehat sang kyai, banyak berbuat baik pada orang lain, Allah akan perbaiki hidupmu.

Hanafi selalu mencari peluang untuk membantu orang lain, yang terdekat teman-temannya. Ia tidak segan membantu pekerjaan rekan kerjanya jika dirinya selesai duluan. Tentu saja ia selalu dapat doa saat membantu temannya, meskipun doanya sambil gurai, “Baik banget kamu, Kawan, semoga dapat istri dua,” kata Hadi, salah seorang rekan kerjanya.

Ia juga suka berbagi makanan. Setiap ia membeli makanan seperti kue, selalu ia berbagi. Ia juga suka memberi sumbangan amal masjid yang biasanya mangkal di perempatan. Walau ngasih sedikit-sedikit, yang penting rutin. Tiap hari ia dapat doa dari petugas amal. Tak lupa ia juga suka memberi makanann pada anak yatim di dekat tempat ia bekerja.

Ia juga pernah membeli beberapa mushaf al Quran dan diletakkannya di masjid. Ia pernah mendengar ceramah, katanya setiap orang yang membaca al Quran tersebut, maka ia mendapt pahalanya.

(bersambung)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *