Asal Usul Sholawat Nariyah

sejarah sholawat nariyah, Asal Usul Sholawat Nariyah

Asal usul atau sejarah sholawat nariyah ini menjadi perdebatan di kalangan beberapa ustadz. Ada sebagian ustadz mengatakan bahwa shalawat nariyah ini buatan orang yang tidak bertanggung jawab, bahkan dibilang buatan orang sesat artinya sholawat nariya ini sesat dan dilarang dibaca. Bagi saya pribadi itu mustahil, masak ulamak-ulamak di Moroco, dan beberapa negara Arab mau membaca shalawat nariyah kalau sesat? Banyak penjelasan ulamak bahwa sholawat nariyah ini diciptakan atau disusun oleh seorang ulamak dan baik dibaca, apalagi dirutinkan. Artinya, info kesesatan shalawat nariyah ini bukan kesesatan yang sesungguhnya, tetapi hanyalah disesatkan oleh opini sebagian umat islam yang berbeda pendapat. Berbeda pendapat itu biasa.

Khasiat Shalawat Nariyah

Khasiat sholwat nariyah ini banyak sekali, yang sudah umum di masyarakat adalah bahwa faedah membaca shalawat nariyah ini membuat orang yang membacanya menjadi kaya atau lancar rizkinya. Kalau sudah urusan rizki berupa harta, siapa yang tidak tertarik? Ini luar biasa. Karena khasiat atau faedahnya yang luar biasa inilah shalawat nariyah banyak dicari orang untuk dibaca rutin dengan jumlah tertentu dan waktu tertentu atau dalam istilah populernya ‘diamalkan’.

Waktu dan jumlah pengulangan membaca shalawat nariyah berbeda-beda, menurut ketentuan ulamak yang memberi ijazah atau yang mengajarkannya. Ada yang diulang sebanyak 100 kali, ada juga yang 11 kali, bahkan ada yang 4444 kali. Manfaat sholawat nariyah 100 kali berbeda dengan manfaat sholawat nariyah 4444 kali, katanya begitu. Sebenarnya, khasiat atau faedah sholawat nariyah tidak hanya melancarkan rizki, semua itu kan dari Allah. Terserah Allah mau diberi hadiah berupa apa atas bacaan sholawat yang kita baca dengan ikhlas. Cuma, banyak cerita dari pengamal sholawat ini terdahulu yang mereka mendapatkan kebaikan-kebaikan setelah mengamalkan shalawat nariyah. Semoga kita juga diberi segala nikmat yang telah Allah berikan pada para ulamak.

Baca juga: Kisah Nyata Keajaiban Sholawat Nariyah

Cara Mengamalkan Shalawat Nariyah

Untuk mengamalkan sholawat nariyah ini tidak boleh sembarangan. Memang, kita bebas sih mau kapan saja membaca sholawat. Tetapi, ada adab yang sudah menjadi tradisi di kalangan ulamak bahwa untuk mengamalkan suatu amalan seperti sholawat nariyah ini kita harus mendapatkan ijazah dari seorang ulamak. Ijazah itu adalah izin. Ulamak mendapatkannya dari gurunya, gurunya dari gurunya dan dari gurunya, begitu rantai ijazahnya. Biasanya kita akan diberi daftar nama-nama guru-guru beliau untuk kita beri hadiah pahala bacaan al fatihah (bertawasul dengan kemuliaan mereka). Gunanya, agar batin kita tersambung dengan mereka para kekasih Allah.

Doa para kekasih Allah itu maqbul karena hati mereka sudah tidak cinta dunia dan selalu bersyukur, tidak seperti kita. Cinta mereka pada Allah lebih dari cintanya Majnun pada Laila yang katanya bagi Majnun debu di bawah sandal Laila lebih ia cintai dibanding dunia seisinya. Setiap yang dari kekasih itu kenikmatan. Begitu juga bagi para kekasih Allah, semua yang dari Allah adalah yang terbaik, tidak pernah mengeluh, selalu bersyukur.

Agar doa kita maqbul juga, maka berawassul pada para kekasih Allah dengan membaca al fatihah buat mereka dan meminta pada Allah agar nikmat-nikmat yang telah Allah berikan pada mereka dikaruniakan juga pada kita, termasuk nikmat berupa doa maqbul. Setiap kita membaca sholawat nariyah yang mereka ajarkan, mereka mendapatkan pahalanya. Aamiin.

Saya sendiri mengambil ijazah lewat kitab AL IMDAD, kitab kumpulan amalam ibadah Guru Sekumpul. Kata jamaah majlis beliau, setiap orang yang mempunya kitab AL IMDAD, sudah mendapat ijazah/izin dari Guru Sekumpul. Selain itu saya juga mendapatkannya dari kitab-kitab lain. Semakin banyak sambungan batin, in syaa Allah hati semakin terjaga.

Sholawat Nariyah Sesat

Namun, belakangan ini, khususnya di Indonesia mulai dihebohkan dengan hadirnya kelompok islam yang mengatakan bahwa Sholawat Nariyah itu tidak boleh dibaca karena itu termasuk bid’ah. Pelaku bid’ah masuk neraka. Ada yang mengatakan itu perbuatan syirik. Mereka mengatakan Shalawat Nariyah tidak jelas dari mana sumbernya. Pernah ada penulis yang menulis begini di websitenya, “Saya dan tim ustadz sudah meneliti sumber sejarah tentang Shalawat Nariyah, tapi tidak ditemukan.” Berbeda itu biasa, sesama muslim tidak usah saling caci. Jalankan sendiri yang kita yakini, tidak usah mencela mereka yang berbeda pendapat. Al Quran dan Hadits itu sempurna, tapi otak manusia yang tidak sempurna.

Ada juga ustadz yang menyestkan sholawat nariyah ini karena katanya tidak ada bacaan yang bisa membuat kaya, karena semua itu dari Allah. Menurut penulis, kita perlu paham makna kiasan atau majas. Jadi, jika ada yang menyebut shalawat nariyah itu adalah amalan kaya uang, maksudnya bukan teks atau lafadz sholawat nariyah itu yang bikin kaya. Begitu juga kalau ada yang bilang shalawat nariyah itu merupakan amalan kaya raya secepat kilat, kapan ada yang membandingkannya dengan kilat? Maksudnya itu pertolongan Allah itu dekat pada hamba yang dengat denganNya. Dekati Allah dengan ibadah, salah satu bentuk ibadah adalah dengan membaca sholawat. Jadi, jangan pahami secara tekstual kalau ada yang bilang ini amalan kaya dalam 3 hari atau sholawat nariyah itu amalan kaya raya dalam 40 hari. Maksudnya, pertolongan Allah dekat.

Daripada berdebat tentang hukum sholawat nariyah, lebih baik kita beribadah. Perdebatan karena perbedaan pendapat ini sudah ada sejak zaman awal islam, sampai akhir zaman pun tidak akan ada habisnya. Bersikap dewasalah menghadapi perbedaan pendapat. Kalaupun perlu dialog, lakukan di forum ilmiah dengan ulama yang memang ahli di bidangnya. Berdebat di tempat umum hanya akan membuat kekacauan, dan itu tidak baik. Umat islam menjadi rahmat, bukan membuat keributan di masyarakat.

BACA JUGA: Hafalan al waqiah anak perempuan

Sejarah Sholawat Nariyah

Berikut saya menemukan artikel di website NU Online tentang sumber sejarah asal usul shalawat nariyah.

Sumber: NU Online

Syaikh Ali Jumah adalah seorang Mufti Mesir dan Syaikh Abdullah al-Ghummar adalah seorang ahli hadits di Maroko, tentulah keduanya tidak diragukan secara keilmuan. Keduanya terpercaya. Jika ada orang di jaman sekarang, apalagi orang Indonesia mengatakan tidak menemukan sumber sejarah lahirnya sholawat nariyah, berarti dialah yang diragukan keilmuannya.

baca juga: Dalil Tahlilan 3, 7, 40, 100, dan 1000 hari

Sholawat Nariyah ini juga disebut sholawat Taziyah di Maroko. Dari berbagai diskusi dengan kelompok yang menuduh Shalawat Nariyah tak ada sumbernya ini, sebenarnya, mereka bukan tidak menemukan sumber sejarah munculnya shalawat nariyah; bagi mereka, amalan ibadah itu kan harus dicontohkan Nabi Muhammad saw. dan sahabat Nabi. Nah, jika mencari sumber sejarah yang menceritakan Nabi Muhammad saw. membaca Shalawat Nariyah, memang tidak ada. Wajarlah, kelompok mereka ini memang tekstualist, mereka tidak kontekstual dalam memahami naskah. Saya hormati perbedaan ini, kecuali sikap mereka yang merasa benar sendiri dan kebiasaan mereka menuduh muslim di luar kelompok mereka yang tidak sepaham sebagai ahli neraka dan bukan saudara.

Sumber lain sejarah asal usul Sholawat Nariyah ada dalam buku karya Ibnu Sha’d: An-Najm Ats-Tsaqib (ditahqiq dan dicetak oleh Dr. Addibaji), pengarang Sholawat Nariyah, Syekh Ibrahim bin Muhammad bin Ali At-Tazi, adalah seorang wali di kota Tazah-Maroko. Makam beliau ada di Zawiyahya, Wahran/Oran Aljazair, namun kemudian dipindah ke Benteng Bani Rasyid.

Buku An-Najm Ats-Tsaqib ini ditulis oleh anak salah seorang murid Syeikh Ibrahim yang bernama Muhammad at-Tazi. Beliaulah yang mendapatkan langsung Shalawat Nariyah dari Syekh Ibrahim, yakni ketika keduanya bertemu, Syekh Ibrahim menulis Sholawat Nariyah dan mendoakan anaknya. Selengkapnya…

Memang ada yang mengatakan bahwa yang mengarang Shalawat Nariyah ini adalah salah seorang sahabat Nabi yang bernama Syekh Nariyah. Dari beberapa kitab sejarah, memang belum ada yang menemukan kisahnya sahabat Nabi yang satu ini. Wallahua’lam.

Bacaan Lafadz Sholawat Nariyah

Mungkin masih ada yang belum tahu seperti apa sih bacaan shalawat nariyah ini, maka penulis akan menyajikannya. Sebenarnya sudah banyak video bacaan sholawat nariyah dengan lagu yang enak didengar dan ditirukan. Pembaca bisa download sholawat nariyah di YouTube sudah lengkap dengan lirik sholawat nariyah dan artinya. Berikut bacaan sholawat Nariyah, saya kutip dari situs NU Online:

أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ 

Terjemahannya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Itulah bacaan sholawat nariyah. Saya yakin ini bacaan sholawat nariyah yang benar karena ini dari situs terpercaya, situsnya kelompok pengamal sholawat ini. Jadi, jika ingin mengamalkannya, bisa membaca bacaan sholawat nariyah ini.

Kalau ada lafadz sholawat nariyah yang berbeda dari versi di atas, coba dicek dari mana sumber lafadz tersebut berasal. Bisa jadi ada perbedaan sedikit pada lafadz sholawat nariyah, tergantung pengijazahnya. Walau lafadznya beda, asalkan sholawat nariyah tersebut dari ulamak yang masyhur, tidak apa-apa diamalkan.

Sekian tentang asal usul sholawat nariyah dan sekilas tentang manfaat atau khasiat mengamalkan shalawat nariyah ini. Semoga kita selalu mendapatkan hidayah Allah untuk selalu membaca bacaan sholawat yang banyak faedahnya ini. Semoga semakin semangat membaca sholawat nariyah ini setelah tahu asal usul sholawat nariyah. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *