Kisah Nyata: Menolak Menikah Lagi Walau Istri Memilihkan

Kisah Nyata. Sepertinya memang naluri lelaki merasa tak cukup dengan satu wanita. Tak jarang lelaki yang memiliki istri lebih dari satu, entah secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi atau tanpa sepengetahuan istri pertamanya. Tak sedikit juga yang terlihat tak ada niat untuk menikah lagi, tapi jika ada keempatan, bisa jadi, apalagi istri pertama yang menawarkan, waaahh… Berikut…

Cerpen: Wanita Cantik di Warung Bambu (2)

…lanjutan dari… Cerpen Wanita Cantik di Warung Bambu (1) Ada beberapa pemuda mengendarai motor besar berhenti tepat di depan kasir. Aku kaget, takut mereka pemuda nakal. Aku terdiam ketakutan. “Andi, Toni,dari mana?” Sofia keluar menyambut mereka. Syukurlah. “Ngapain kamu di sini?” tanya Toni. “Nemeni mbakku. Ini warung mbakku.” Aku keluar menyapa mereka. “Ini mbakku, wanita entrepreneur,”…

Cerpen: Wanita Cantik di Warung Bambu (1)

Cerpen. “Bagai lentera di malam kelabu. Kuhiasi hidup dengan senyum dan aku dikenal sebagai wanita paling ramah. Mereka senang melihatku. Mereka mengenalku sebagai wanita paling ceria. Terima kasih Tuhan telah Kau jadikan aku sebab bahagianya mereka.” “Tuhan, maafkan hamba. Cinta ini belum kuberikan pada siapa-siapa, bahkan tidak pada suamiku. Hanya Engkau yang tahu. Aku wanita…

Cerpen: Tak Tergantikan

Cerpen. Masih teringat masa SMA dulu. Masih belum bisa kulupakan lawakan Pak Sukam, tukang parkir sekolah kita, yang tak pernah lucu, namun kita selalu berusaha tertawa. Itu saranmu, kan? Tentu kau masih belum lupa itu. Kamu memang sangat perhatian pada orang lain. Kau baik. Nenek Supira, penjual bakso di kantin sekolah, yang hampir menjadi nenek…

Cerpen: Cinta Bersemi di Pesantren Tempat ku Ditugaskan

…lanjutan dari… Cerpen Kisah Cinta Sang Ustadz Tugas Tempat ini favorit bagi banyak orang, terutama pengurus pesantren putra. Sejuk tempatnya, tinggi dan bisa menikmati pemandangan hijau hingga kejauhan di sana. Jika nanti bangunan ini dilanjutkan, tentu akan lebih indah dengan ketinggian bertambah lima meter. Ada banyak burung-burung yang juga ikut meramaikan suasana. Hanya ustadz dan pengurus…

Cerpen: Kisah Cinta Sang Ustadz Tugas

Cerpen. Banyak hati, beragam rasa, memadu suasana. Di ruangan berukuran 13 X 12 meter ini kami berkumpul dalam suasana yang tak sama dengan hari-hari sebelumnya. Meski warna dindingnya masih sama: hijau. Gambar kyai dan pemimpin negeri di dinding sebelah selatan dan tulisan kaligrafi di dinding sebelah timur belum berubah. Jendela dan gorden warna hijau juga…

Cerpen: Malam Pertamaku Bersamanya

Cerpen…lanjutan… Cinta Tak Mensyaratkan Harta Pagi ini seakan tak biasa. Wajah matahari seakan tak sama dengan pagi-pagi sebelumnya. Atau hanya perasaanku saja. Di gerbang sekolah tadi kulihat dua pemuda itu, tapi aku tidak menghiraukan keberadaannya. Pikiranku tak sempat mengingat mereka. Ada sesuatu yang amat istimewa menguasai pikiranku. Di ruang guru, bapak dan ibu guru sedang…

Cerpen: Cinta Tak Mensyaratkan Harta

Cerpen. …lanjutan dari… Kepala Sekolahku Cantik “Bagaimana kabar hari ini, sehat kan,” bapak guru yang satu ini memang selalu ceria. “Ayo kalau mau ikut bisnis.” Aku hanya tersenyum. “Segera nikah biar semangat.” “Ide bagus.” “Ayo segera. Udah ada calon?” Calonnya sedang mendengarkan perbincangan kami. Dia di dalam ruangan yang berada di samping kami duduk, ruang kepala…

Cerpen: Kepala Sekolahku Cantik

…lanjutan dari… Cerpen Anak Kades Jatuh Hati Pada Ibu Guru Muda Cerpen. Bu Vella, kepala sekolahku, rupanya tahu aku ngobrol sama dua pemuda anak tokoh desa itu. Beliau memintaku menemuinya sehabis jam istirahat nanti. Mungkin untuk rapat berdua mengenai ulah dua pemuda itu. Tadi pagi aku melihatnya di warung Bu Topo, tapi kali ini mereka tidak…

Cerpen: Anak Kades Jatuh Hati Pada Ibu Guru Muda

Cerpen. Hari ini sekolah pulang lebih awal. Murid-murid berteriak kegiranan. Pulang pagi merupakan hadiah buat mereka. Tandanya ada lebih banyak waktu bermain. Ibu kepala sekolah yang menginstruksikan pulang lebih awal karena semua guru dan staff sekolah akan ada rapat bersama beliau. Sejak aku mengajar di sekolah ini, sebulan lalu, ini yang kedua kalinya aku ikut…

Show Buttons
Hide Buttons