Cerpen: Malam Pertamaku Bersamanya

Cerpen…lanjutan… Cinta Tak Mensyaratkan Harta Pagi ini seakan tak biasa. Wajah matahari seakan tak sama dengan pagi-pagi sebelumnya. Atau hanya perasaanku saja. Di gerbang sekolah tadi kulihat dua pemuda itu, tapi aku tidak menghiraukan keberadaannya. Pikiranku tak sempat mengingat mereka. Ada sesuatu yang amat istimewa menguasai pikiranku. Di ruang guru, bapak dan ibu guru sedang…

Cerpen: Cinta Tak Mensyaratkan Harta

Cerpen. …lanjutan dari… Kepala Sekolahku Cantik “Bagaimana kabar hari ini, sehat kan,” bapak guru yang satu ini memang selalu ceria. “Ayo kalau mau ikut bisnis.” Aku hanya tersenyum. “Segera nikah biar semangat.” “Ide bagus.” “Ayo segera. Udah ada calon?” Calonnya sedang mendengarkan perbincangan kami. Dia di dalam ruangan yang berada di samping kami duduk, ruang kepala…

Cerpen: Kepala Sekolahku Cantik

…lanjutan dari… Cerpen Anak Kades Jatuh Hati Pada Ibu Guru Muda Cerpen. Bu Vella, kepala sekolahku, rupanya tahu aku ngobrol sama dua pemuda anak tokoh desa itu. Beliau memintaku menemuinya sehabis jam istirahat nanti. Mungkin untuk rapat berdua mengenai ulah dua pemuda itu. Tadi pagi aku melihatnya di warung Bu Topo, tapi kali ini mereka tidak…

Cerpen: Guruku Jahat, Aku Tidak Suka (2)

Cerpen. Lanjutan dari Guruku Jahat, Aku Tidak Suka (1) Hari ini Senin, biasanya Sindy puang jam 13.20, tapi hari ini ia pulang jam 09.40. Ratih kaget melihat Sindy pulang pagi. “Kok sudah pulang?” tanyanya. “Dari kantor polisi.” “Ngapain?!” “Laporin guru yang nyebelin. Dia mukul Sindy tadi pagi.” Ratih terdiam. Ia kebingungan, tak tahu harus bagaimana. Menurutnya…

Cerpen: Guruku Jahat, Aku Tidak Suka (1)

“Kalo udah masuk penjara, tahu rasa dia…!!” Ratih kaget mendengarnya, tetapi ia memang bukan tipe orang reaktif. Sulit sekali untuk bereaksi, apalagi menanggapi. Hanya memandang sejenak dan diam, atau sejenak menghela nafas menghilangkan sesak di dada. “Sindy…!” Ari memperingatkan adiknya. Ratih diam saja tidak berkomentar. Seakan ia pasrahkan Sindy pada Ari. “Sebel, punya guru nyebelin…!!”…

Cerpen: Pak Lurah Kesiangan

Cerpen. Ada suara jerit-jerit di luar, kedengarannya tidak terlalu jauh. “Kurang ajar…!! Apa-apaan ini…!!” Aku kenal suara pria yang teriak marah-marah itu. Pak Karman, tetangga sebelah yang masih satu RT. “Pak Karman ditangkap,” terdengar tetangga sedang berbisik tepat di sebelah kamarku. Sebelah rumahku memang lahan kosong. Aku pun keluar lewat pintu dapur. Rupanya ada Pak…

Cerpen: Anak Kades Jatuh Hati Pada Ibu Guru Muda

Cerpen. Hari ini sekolah pulang lebih awal. Murid-murid berteriak kegiranan. Pulang pagi merupakan hadiah buat mereka. Tandanya ada lebih banyak waktu bermain. Ibu kepala sekolah yang menginstruksikan pulang lebih awal karena semua guru dan staff sekolah akan ada rapat bersama beliau. Sejak aku mengajar di sekolah ini, sebulan lalu, ini yang kedua kalinya aku ikut…

Cerpen: Sepasang Merpati di Dahan Angsana

Cerpen…lanjutan dari “Exportir Sapi ke Australia” Sore. Terik matahari sudah tak terasa panas. Sejuk menikmati pemandangan sawah. Burung-burung beterbangan melawan angin. Waktu sore memang saat yang menyenangkan untuk main ke sawah. Alfan bersama pak leknya, pak haji fauzi bersama putrinya mengunjungi sawahnya. Sawah beiau masih tersisa sembilan petak, enam petak ditanami padi, sisanya masih kosong….

Cerpen: Exportir Sapi ke Australia

… kelanjutan dari “Sapi Lebih Berharga daripada Sekolah 2” Tanpa sengaja Alfan mendengar perbincangan ayah dan ibunya yang membicarakan pak lek-nya, adik kandung ibunya. Katanya dia baru saja dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja. Padahal istrinya hanya seorang ibu rumah tangga, anaknya tiga sudah sekolah semua. Katanya dia mau pinjam uang untuk belajar usaha. “Teman…

Cerpen: Sapi Lebih Berharga daripada Sekolah (2)

Lanjutan dari Cerpen Sapi Lebih Berharga daripada Sekolah (1)Alfan… Skill apa yang bisa kudapat dari sekolah? Bahasa Inggris hanya dua pertemuan dalam seminggu. Cara merawat sapi juga tidak ada pelajarannya. Di sekolahku, tak usah belajar pun bisa naik kelas. Pelajarannya itu itu saja. Nilai bahasa Inggrisku dan teman-teman lumayan bagus, tapi nyatanya tak ada yang bisa…

Show Buttons
Hide Buttons